PUSAKA MPA

Minangkabau

PUSAKA MPA

Urang Awak

PUSAKA MPA

Adat

PUSAKA MPA

Warisan

PUSAKA MPA

Sejarah

Showing posts with label sunanbonang. Show all posts
Showing posts with label sunanbonang. Show all posts

Wednesday, 3 March 2010

Tasawuf Sunan Bonang

Suluk Wujil

Jangan terlalu jauh mencari keindahan
Keindahan ada dalam diri
Malah jagat raya terbentang dalam diri
Jadikan dirimu Cinta
Supaya dapat kau melihat dunia (dengan jernih)
Pusatkan pikiran, heningkan cipta
Siang malam, waspadalah!
Segala yang terjadi di sekitarmu
Adalah akibat perbuatanmu juga
Kerusakan dunia ini timbul, Wujil!
Karena perbuatanmu
Kau harus mengenal yang tidak dapat binasa
Melalui pengetahuan tentang Yang Sempurna
Yang langgeng tidak lapuk
Pengetahuan ini akan membawamu menuju keluasan
Sehingga pada akhirnya mencapai TuhanSebab itu, Wujil! Kenali dirimu
Hawa nafsumu akan terlena
Apabila kau menyangkalnya
Mereka yang mengenal diri
Nafsunya terkendali

Kelemahan dirinya akan tampak

Dan dapat memperbaikinya


Suluk Kaderesan

Jangan meninggikan diri

Berlindunglah kepada-Nya

Ketahuilah tempat sebenarnya jasad ialah roh

Jangan bertanya

Jangan memuja para nabi dan wali-wali

Jangan kau mengaku Tuhan.


Suluk Ing Aewuh

Perkuat dirimu dengan ikhtiar dan amal

Teguhlah dalam sikap tak mementingkan dunia

Namun jangan jadikan pengetahuan rohani sebagai tujuan

Renungi dalam-dalam dirimu agar niatmu terkabul

Kau adalah pancaran kebenaran ilahi

Jalan terbaik ialah tidak mamandang selain Dia.

Cinta menurut pandangan Sunan Bonang ialah kecenderungan yang kuat kepada Yang Satu, iaitu Yang Mahaindah. Dalam pengertian ini seseorang yang mencintaiNya tidak memberi tempat pada yang selain Dia. Ini terkandung dalam kalimah syahadah La ilaha illallah. Laba dari cinta seperti itu ialah pengenalan yang mendalam (makrifat) tentang Yang Satu dan perasaan haqqul yaqin (pasti) tentang kebenaran dan kewujudanNya. Maka kita dengan segala gerak-gerik hati dan perbuatan kita, akan senantiasa merasa diawasi dan diperhatikan olehNya. Kita sentiasa ingat (eling) dan waspada.

Cinta merupakan, baik keadaan rohani (hal) mahupun peringkat rohani (maqam). Sebagai keadaan rohani ia diperoleh tanpa upaya, kerana Dia sendiri yang menariknya ke hadiratNya dengan memberikan keinginan mendekatiNya ke dalam hati si penerima. Sedangkan sebagai maqam atau peringkat rohani, cinta dicapai melalui ikhtiar terus-menerus, antara lain dengan memperbanyak ibadah dan melakukan mujahadah, yaitu perjuangan batin melawan kecenderungan buruk dalam diri disebabkan hawa nafsu. Ibadah yang sungguh-sungguh dan latihan kerohanian dapat membawa seseorang mengenal kehadiran rahasiaNya dalam setiap aspek kehidupan. Kemahuan murni, yaitu kemahuan yang tidak dicemari sikap ego atau mengutamakan kepentingan hawa nafsu, timbul dari tindakan ibadah. Kita harus menjadikan diri kita masjid; tempat bersujud dan menghadap kiblatNya, dan segala perbuatan kita pun harus dilakukan sebagai ibadah. Kemahuan mempengaruhi amal perbuatan dan perilaku kita. Kemahuan baik datang dari ingatan (zikir) dan fikiran (fikir) yang baik dan jernih tentangNya....insya Allah.